banner ads banner ads

Jumat, 09 Maret 2012

Hati Manusia

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) (طه / 20)
Hati manusia, atau sering disebut qalbu, senantiasa bolak-balik, tiada tetap. Kadang ia bersih, kuat iman, bercahaya, lemah lembut, tetapi suatu saat menjadi kotor, lemah iman, gelap gulita, buta, keras membatu terhadap kebenaran.

Di antara penyebab hati yang kotor adalah tiada beriman kepada al-Qur'an dan banyak berbuat kesesatan. Allah berfirman, ''Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.'' (QS 6: 10).

Orang yang hatinya kotor dan sakit akan mudah digoda setan yang menjerumuskannya kepada perbuatan maksiat, dosa, dan kezaliman. Allah berfirman, ''Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.'' (QS 22: 53).

Orang yang kotor hatinya karena perbuatan dosa dan jahat, hatinya menjadi buta dan tidak dapat menerima pelajaran dan peringatan. Akhirnya, hilanglah rasa percaya atau iman, dan orang itu akan selalu mengikuti kehendak nafsunya. Allah berfirman, ''Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya, dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?'' (QS 7: 100).

Sebaliknya, beruntunglah orang yang menyucikan hatinya dengan cahaya iman, rasa percaya, dan amal saleh. Hati yang suci yang akan selalu mendapatkan petunjuk Allah dan tidak mudah digoda setan untuk berbuat mungkar atau maksiat, akhirnya nafsu pun akan tetap tenang. Iman yang baik dan senantiasa mengingat Allah membuat orang menjadi tenteram hatinya.

Allah berfirman, ''(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram. (QS 13: 28).

Orang yang senantiasa membersihkan hati dari berbagai penyakitnya akan tampil sebagai orang yang mukhlis, yaitu orang yang ikhlas menjalankan ibadah dan semua aktivitas kehidupan. Segala hal yang ia lakukan hanya dipersembahkan kepada Allah. Orang seperti ini sulit digoda dan disesatkan setan. Allah berfirman,

''Iblis menjawab, 'Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka'.'' (QS 38: 82-83).

Hati yang bersih bersemai di dalamnya takwa kepada Allah. Takwa ini yang mendorong orang selalu menjalankan perintah Allah dan menghentikan segala larangan-Nya. Agar hati selalu membimbing kita kepada kebaikan, maka ia harus disucikan dari berbagai penyakit hati dan dosa-dosa yang kita lakukan.

Jumat, 17 Juni 2011

Solusi Zina

Kehidupan di zaman yang jauh darivnilai islam. Pergaulan bebes merebak,zina merajalela, godaan dan rayuan datang silih berganti menggoncang syahwat. Islam menghadirkan solusi yang menentramkan jiwa, yakni dengan pernikahan. Di smaping ibadah,anjuran pernikahan sesungguhnya menyempurnakan agama.

Jika ada orang yang berani bermaksiat kepada Allah dengan melakukan zina, lalu kenapa kita takut menikah yang bernilai pahala? menikah adalah salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah, Mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resikoyang harus di pikulsetalah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resikko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankah melajang ada juga resikonya? Para pezina menanggung dosa sangat besar ditambah resiko dunia akhirat yang berat.

Allsh SWT meneggakan sunnah-Nya di lama ini atas dasar berpasang-pasangan."segala sesuatu kami ciptakan bepasangan-pasangan"(Ad-dzariyaat:49).ada siang ada malam,ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan yang telah Allah rencanakan.Secara kasat mata, di anatar yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa manusia telah musnah sejak ratusan abad silam.

Menikah mencegah perbuatan mendekati perbuatan zina."walaa taqrabizzina,dan janganlah kamu mendekati zina"(al-Isra|32) dengan menikah Allah menganugrahkan cinta suci, kasih sayang, mawadadah wa rahmah. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz Zawaj mengatakan "orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berfikir,impian, dan bersikapnya. Ia mudah terpedaya ole syetan, lebih dari mereka yang telah menikah".

sesungguhnya menikah itu Ibadah, dalam surat Ar-Rum:21 Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaanya-Nya di alam semesta. Ini menunjukan bahwa dengan menikah kita telah menegakan satu sisi dari bukti kekuasaan Allah SWT. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah SAW lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah,"Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dar agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa." (HR. Baihaqi, hadits hasan)

Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Diman sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik isti dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhinnga. Seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal ang mendkati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhahanah (orang yang terbentengai). Istilah ini sangat kuatdan menggambarkan bahwa kepribadianorang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.

Rasulullah SAW perna mendorong seorang sahabatnya dengan berkata" menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridha-Ny, Allah pasti akan mwmbantu dan memberkahi."(HR Tabrani. Dalam hadits lain diseutkan:"Tiga hal yang Allah pasti bantu, di antarnya orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan." (HR Turmudzi dan Nasa'i)

Ini semua secara makna menguatkan penertian ayat di atas. Dimana Allah SWT membentengi hamba-Nya yang bertakwa dengan membangun pernikahan.

 
Diberdayakan oleh Blogger.